Posts

Pengalaman Unik Wawancara Pekerjaan

Kali ini aku mau cerita pengalaman wawancara kerja, tapi karena lumayan banyak ya pengalamannya, jadi aku tulis beberapa yang berkesan saja. Yang pertama adalah saat aku masih kuliah, kakakku cerita ada info lowongan kerja sebagai SPG di kantornya. Saat itu aku masih kuliah ya, di FH. Tapi tertarik banget sama yg namanya nyari duit meski cuma sebagai SPG. Produknya sendiri adalah energy drink. Cara kerjanya itu SPG didrop ke perkantoran2, lalu nawar2in ke bapak2 pekerja kantoran untuk beli produk kita. Kata kakakku lumayan gajinya, apalagi komisinya kalau kita bisa jual banyak. Mahasiswi juga banyak yang kerja di situ, jadi tentu saja aku tertarik. Esoknya, berbekal surat lamaran dan CV, aku pergi ke kantor kakakku di kawasan industri Pulogadung. Karena jaraknya yg jauh dari jalan raya, maka turun dari bus aku naik ojek. Agak kesal karena nambah ongkos, tapi enggak mungkin juga aku jalan kaki dari depan, bisa basah keringat dan lepek aja penampilanku. Sampai di kantornya, sudah ada bel...

The Ape-Man Way of Flirting

Menurut penelitian di Amerika yang diungkapkan dalam sebuah acara di saluran National Geographic semalam, manusia selaku primata tidak terlalu berbeda dengan kera dalam cara2 menarik perhatian lawan jenis.  Dalam suatu eksperimen, ciri-ciri wanita menarik bagi pria adalah: 1. Daya tarik fisik (dada dan bokong) 2. Sedang berovulasi.  Wanita yg sedang berovulasi mengirimkan sinyal kesuburan, yg merupakan daya tarik seksual sejak jaman primitif. Cukup mengejutkan bahwa dalam penelitian, wanita yg berovulasi memiliki kulit yg lebih merona, bibir yg lebih merah, dan bau yang khas. 100% pria dalam eksperimen ini tertarik pada wanita yg berovulasi. Bagaimana dengan pria yang menarik di mata wanita? Begini ciri2nya: 1. Terawat (rapi, bersih) 2. Sikap (perhatian, ramah & penyayang)  3. Memiliki kecenderungan genetis yg baik (cerdas, sehat) kaitannya dengan kemampuan melindungi. Secara umum, wanita, seperti halnya pria, tertarik pada penampilan fisik. Namun bagi pria yang ti...

Surat untuk mama

Sebuah surat yang saya temukan di buku agenda mama rahimahallah.  Buku itu berisi catatan belanja, pemasukan dan kadang-kadang ungkapan isi hatinya, di periode akhir tahun 80an sampai akhir 90an.  Ada keluhan tentang kami, orang-orang yang dikasihinya, lelehan air matanya, namun juga beribu doa bagi kami semua dan kebahagiaan keluarga. Saya lupa kapan menulis surat atau sajak ini, tapi sepertinya saat buku agenda ini tak lagi ditulisi mama, atau saat saya masih kuliah di semester awal. Saya tidak tahu apakah mama sempat membacanya atau tidak. Saya tidak tahu apakah beliau mengerti bahwa saya begitu menyayanginya meskipun saya terlalu sering mengecewakannya. Jika boleh saya sesali satu hal dari kehidupan yang pendek ini, maka itu adalah ucapan yang kini selalu membuat mata ini basah, setiap mengenangnya, setiap mengingat rasa sakitnya dan ketidakberdayaannya karena penyakit yang sempat merenggut senyumnya. Kalimat sederhana yang mungkin tak pernah terucap atau jarang terucap ka...

IRT banget

Saya pernah membaca novel Please Look After Mom karya salah satu penulis Korea,  ada bagian yang menceritakan si tokoh Mom ini hampir seumur hidupnya dihabiskan untuk urusan dapur saja. Masak untuk suami, anak-anak serta berbagai perayaan, praktis seharian ngurusin sarapan, bekal sekolah, makan siang dan makan malam saja (plus bebenah rumah, tentunya). Lah kok relate banget ya sama keseharian saya? Hahaha Rasanya 50% fikiran ibu rumah tangga dihabiskan untuk "masak apa siang ini?" "Cemilan apa yang enak untuk sore nanti?" "Makan apa ya untuk nanti malam?" Tiap hari ya begitu saja. Dan asal tahu saja ya, untuk memasak hasil bumi menjadi makanan lezat itu prosesnya tidak selalu sederhana. Ada proses belanja, tawar menawar, antri bayar, mencuci, membersihkan, memotong, mengiris, merebus, menumis dsb. Belum lagi mencuci perabotan perang macam panci, wajan, pisau, talenan dll. Panjang dan melelahkan. Jadi wajar kalo mamak uring-uringan bila masakannya tid...

Tentang Geng

Bukan...bukan mau cerita soal geng motor... Jadi gini ceritanya... Beberapa hari yang lalu bungsuku yang masih kelas 3 SD ngomong ke aku. Ma, kenapa sih mama nggak nge-geng sama mamanya temen-temen aku. Lalu dia sebutkan deh nama-nama teman-temannya yang sering nongkrong di rumah salah satu temannya kalau jam penjemputan. Aku cuma nyengir. Yaa gimana yhaa. Dari zaman kakak-kakaknya masih wajib belajar 12 tahun juga aku mah nggak pernah mengakrabkan diri sama mamah-mamah yang lain. Tapi dulu sih alasannya karena sibuk cari nafkah hehehe. Sebenarnya aku nggak terlalu timid juga, aku masih bergaul, kalau ada acara ngumpul-ngumpul, aku hadir kok. Di grup juga aktif. Cuma ya mungkin krn age gap yg lumayan, jadi aku suka ngerasa cringy sendiri kalau ngobrol dengan mamah-mamah milenial. Ngngngng...monmaap ini excuse banget sih...hehe Sebenarnya aku tuh sama temen seangkatan aja garing. Jokes aku seringkali nggak nyambung, atau jarang ada yang paham aja gitu, semacam aku berasal dari planet la...

Photos of Life

Why do we keep photos?  Let's be honest, how many photos are saved in your phone gallery? As myself,  I have around 7 thousand photos and videos in my phone gallery. Although I have kept some of those photos in my facebook, I still hasn't got motivation to delete the rest from my phone. Maybe later ;) You know I have albums in my facebook that record my life since 2007, first time I joined this platform. I still have photos of my kids there, since they're in kindergarten and elementary school. Now they're finishing their colleges. I have album of my youngest child since she was born as a tiny premature baby of 1,900 grams. Seeing the photos, it somehow made me recalling the past. The journey of my life, the growing of the family and also the lost of family members, the work life in several companies that I had had joined...so rich. It also bring back the memory of the colleagues, my bossess, and off course the boyfriends I had during the 8 years of my glorious single-li...

Flashback saat kerja di AG Group

Iseng di rumah mertua, mending kita flash back ke zaman baheula aja lah ya.  Konon, tanda-tanda tua itu ya gemar mengenang masa lalu. Fix berarti saya tua..haha Ini cerita saat saya bekerja di sebuah perusahaan milik seorang konglomerat. Saat itu saya menjadi tim legal di group holding, yang mengurusi aset dan tetek bengek seluruh perusahaannya.  Tapi saya waktu itu cuma jadi kroco mumet yah, bukan apa-apa apalagi siapa-siapa. Ibaratnya diinjek mejret lah, wong kerja juga tidak pakai kontrak, gaji pun cash tidak melalui transfer bank. Jadi kalau gajian persis abang-abang kreditan bawa duit berjeti-jeti di tas.  Tentunya banyak sekali cerita saat bekerja di sini, banyak sedih, senang, kesal, tapi juga seru.  Contohnya bos saya. Dia ini terkenal di seantero grup dan holding sebagai orang paling galak, paling cerewet, paling jutek, paling saklek dan kadang-kadang licik juga. Pokoknya orang-orang sebisa mungkin menghindari bertemu atau berurusan dengannya, saking ribet d...