Aku pun, pernah patah dan terluka. Hidup tiba2 terasa tak pernah benar2 mudah untukku. Namun saat aku menyalahkan keadaan, semakin aku merasakan kehampaan. Semakin aku mencari2 penyebab masalahku, semakin aku merasa Allah membenciku. Tapi aku beruntung, masih ada dalam diri ini yg menuntunku untuk luruh di atas sajadah, berkeluh kesah dan menumpahkan segala amarah, lalu tiba2 semua menjadi biasa-biasa saja. Masalahku, biasa. Kemarahanku, tak berguna. Kesedihanku, hanya membuatku semakin tak berdaya, dan semakin sering aku mengadukan masalahku kepada Allah, semakin tak ada artinya permasalahan dan keluh kesah yang kucurahkan. Dunia ini lebih dari itu, hidupku ini lebih dari sekedar menyesali nasib, atau merutuki perbuatan seseorang kepadaku. Aku tak perlu terpengaruh akan tindakan orang lain, karena jika pun aku mati karena meratapi hidupku, dunia akan tetap berputar. Aku dalam perputaran kosmis adalah lebih remeh daripada sebutir debu. Tapi aku butuh duniaku, aku butuh...
Back in my darkest times, I used to ask the Almighty, "God, why do I have to go through all of this? Aren't I already lacking a lot, why are You putting this problem on me over and over again?" It feels like the world was so dark and cramped, there's no hope of getting better. Then I imagined my question was answered by God, "Why not? Why can't you? Do you doubt My judgement of your life? Do you not believe that ease and hardship happen by My permission?" Humans only know a small part of their lives, but Allah has already written our destiny even before we were born. The Clerks recommend that we should not place too much love on this world, especially above Allah and His Messenger. They told us to love just enough, so that when God takes back what we love, it won't hurt us too much. This world belongs to those who fight for it, but if we fight for the hereafter and the meeting with God, then whatever happens in this world will not affect our happi...
Baru saja hari Jumat lalu ibuku keluar dari RSPJ, hari Senin kemarin beliau diinstruksikan untuk dirawat kembali. Seperti biasa, hari Senin ibu harus menjalani Hd (hemodialisa=cuci darah) rutinnya. Semula Hd ini dijalani 2 kali seminggu, namun sejak hari Jumat lalu, beliau harus menjalaninya 3 kali seminggu, yaitu Senin, Rabu dan Jumat. Luar biasa. Segala hal yang ditakutkan oleh ibuku akhirnya terjadi juga. Entah kenapa, hampir semua yang dicemaskannya selama membaktikan diri sebagai ibu dan istri yang baik menjadi kenyataan. Dan puncaknya adalah cuci darah. Satu hal yang paling ibu takutkan, yang menyebabkan semakin parahnya penyakit beliau. Betapa tidak, karena ketakutannya ini, beliau menjauhi RS dan pengobatan medisnya dengan mencari berbagai pengobatan alternative untuk menyembuhkan penyakit gulanya. Hasilnya? Seperti kita ketahui bersama. Akhir-akhir ini bahkan ibuku begitu rutin menginap di RSPJ. Baru keluar 3 hari, misalnya, begitu selesai Hd rutinnya, beberapa kali...
Comments